sadar diri selalu didalam jiwa..
namun mampukah saat mata menapakki setiap yg muncul..
memandang setiap makhluk menatap dari yang elok..
lalu tanpa yang menarik itu tercampakkan..
tak pernah mereka mampu memahami rasa itu..
kecuali mereka memandang kedalam..
namun sayang, pujangga kini hanya sebatas pandang,,
terkesan indah saat tatap pertama..
tanpa peduli kesekian kali tatapan berikutnya..
tanpa merasa mereka yang tersayat..
lalu apa yang dirasa sang terendah..
mereka menangis dalam jerit hati..
tanpa ada yang menyadari dan mengerti..
mencoba bertahan sendiri dalam risihan hati..
meski tabah menyelimuti kalbu diri..
betapa sedih hati menapakki ingin yang tersimpang..
namun apa daya semua teratur dalam satu garis nafas..
hanya bisa merendah kepada yang Mahasempurna..
hanya mampu menunggu belas kasih sang Maha Kuasa..
pahit,,pahit..dalam benak jiwa..
setiap tanggap terbalas sebelah mata..
hanya karena diri jauh dari makhluk sempurna..
maka menjadi jarak bagi setiap yang berakal..
sungguh miris nasib yang berupa tipis..
namun lebih malang nasib sang pelirik sekejap..
awal indah didapat,,
namun entah tulus lari merajalela..
jauh dari sadar dan akal sehat,.,,
hanya birahi yang terutama dalam pikirnya..
tetap saja tersiksa kalbu si cupu mata..
hanya benak sadar yang bungkam..
tertutup semua wajah karena ingin bela..
tidak banyak harap yang hanya mimpi semata..
hanya mencoba tegar dan sabar..
dan tertetes mata hati yang jauh akan angan dunia..
berlaku tetap dijalan-Nya dengan terus syukur walau sedikit sesal..
tapi mencoba untuk tersenyum dibalik kelam rasa..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar