Senin, 10 September 2012

INSIDEN KEAMANAN JARINGAN


 
1) Penyebaran Virus melalui Twitter
 
Pada bulan Juli 2009 terjadi peristiwa yang cukup menghebohkan, yaitu virus hasil modifikasi, New Koobface, suatu worm yang mampu membajak akun Twitter dan menular melalui postingannya, dan menjangkiti semua follower. Semua kasus ini hanya sebagian dari sekian banyak kasus penyebaran malware di seantero jejaring social. Twitter tak kalah jadi target, pada Agustus 2009 twitter diserang oleh penjahat cyber yang mengiklankan video erotis. Ketika pengguna mengkliknya, maka otomatis mendownload Trojan-Downloader.Win32.Banload.sco
Kelemahan :
Menurut analis keamanan dari Foreground Security, Kelemahan dari jejaring social Twitter adalah konfigurasi yang terlalu sederhana menjadi celah bagi penyusup untuk mengambil kendali kontrol account user. Kelemahan lainnya adalah lubang dari Javascript dari Twitter
Ancaman :
Ancaman Untuk twitter ini datang dari para user yang ingin memanfaatkan jejaring sosial untuk saling menjatuhkan satu sama lain dan untuk mencari keuntungan secara sepihak. Contohnya Virus yang menjangkiti twitter ini dibuat oleh anak muda berumur 17 tahun, yaitu Michael Mooney.
Dampak :
Dampak dari virus ini adalah setiap kali seorang user memposting sesuatu virus tersebut akan menular dan menjangkiti para pengikutnya. Selain itu, pelaku yang menyebar virus ini mengetahui username dan password sehingga si pelaku menyebar pesan palsu di akun tersebut misalnya minta untuk mentrasfer uang ke no rekening tertentu

2) Peretas Bobol Distributor Pulsa Isi Ulang Rp 1 M
 
Pada tanggal 4 Agustus 2011, dilaporkan adanya kebobolan sistem pengisian pulsa elektrik pada salah satu distributor pulsa isi ulang telepon seluler ‘G47 Tronik’ milik sejumlah pengusaha di Semarang, diduga dibobol peretas sistem jaringan komputer (‘hacker’) sehingga mengakibatkan kerugian sekitar Rp 1 miliar.
Adanya pembobolan distributor pulsa isi ulang dengan cara masuk ke sistem keamanan jaringan informasi teknologi tersebut diketahui dari kecurigaan manajemen saat melakukan pembukuan transaksi berkala.
Dari hasil pengamatan pihak manajemen terdapat suatu kejanggalan dimana hasil pemasukan dari agen-agen penjual pulsa tidak bisa mencukupi untuk setoran dan jumlahnya terpaut cukup jauh, setelah dilakukan audit terhadap sistem pencatatan transaksi ternyata sudah terjadi pembobolan selama setahun dari Juni 2010 sampai Juli 2011.
Berdasarkan hasil audit manual yang dilakukan, pihak manajemen menemukan empat nomor telepon dengan tiga nama anggota di dalam sistem penjualan yang dicurigai sebagai ‘hacker’, karena tidak pernah tercatat mendaftar atau menerima pemabayaran dari keempat nomor tersebut.

3) Penggelapan dan pencucian uang milik nasabah Citibank.

Uang Nasabah Citibank Mengalir ke Perusahaan Melinda Dee
Rabu, 30 Maret 2011 | 15:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Penyidik Direktorat II Ekonomi dan Khusus Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Polri saat ini sedang menyelidiki perusahaan milik Melinda Dee, tersangka penggelapan dan pencucian uang milik nasabah Citibank.
“Uang itu dipindahkan melalui suatu transaksi dibantu lewat teler ke satu bank. Dari bank itu ditaruh di perusahaan lain yang ternyata itu perusahaan dia (MD),” kata Juru Bicara Mabes Polri Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Rabu 30 Maret 2011.

Sumber : 
http://irmantaufikrakhman.blogspot.com/2012/09/contoh-insiden-keamanan-jaringan.html
http://blogs.itb.ac.id/ariwae/2011/09/20/insiden-keamanan-informasi-di-indonesia-2011/
http://www.tempo.co/read/news/2011/03/30/063323943/Duit--Nasabah-Citibank-Mengalir-ke-Perusahaan-Melinda-Dee