1) Penyebaran Virus melalui Twitter
Pada bulan Juli 2009 terjadi peristiwa yang cukup menghebohkan, yaitu
virus hasil modifikasi, New Koobface, suatu worm yang mampu membajak
akun Twitter dan menular melalui postingannya, dan menjangkiti semua
follower. Semua kasus ini hanya sebagian dari sekian banyak kasus
penyebaran malware di seantero jejaring social. Twitter tak kalah jadi
target, pada Agustus 2009 twitter diserang oleh penjahat cyber yang
mengiklankan video erotis. Ketika pengguna mengkliknya, maka otomatis
mendownload Trojan-Downloader.Win32.Banload.sco
Kelemahan :
Menurut analis keamanan dari Foreground Security, Kelemahan dari
jejaring social Twitter adalah konfigurasi yang terlalu sederhana
menjadi celah bagi penyusup untuk mengambil kendali kontrol account
user. Kelemahan lainnya adalah lubang dari Javascript dari Twitter
Ancaman :
Ancaman Untuk twitter ini datang dari para user yang ingin
memanfaatkan jejaring sosial untuk saling menjatuhkan satu sama lain dan
untuk mencari keuntungan secara sepihak. Contohnya Virus yang
menjangkiti twitter ini dibuat oleh anak muda berumur 17 tahun, yaitu Michael Mooney.
Dampak :
Dampak dari virus ini adalah setiap kali seorang user memposting
sesuatu virus tersebut akan menular dan menjangkiti para pengikutnya.
Selain itu, pelaku yang menyebar virus ini mengetahui username dan
password sehingga si pelaku menyebar pesan palsu di akun tersebut
misalnya minta untuk mentrasfer uang ke no rekening tertentu
2) Peretas Bobol Distributor Pulsa Isi Ulang Rp 1 M
Pada tanggal 4 Agustus 2011, dilaporkan adanya kebobolan sistem
pengisian pulsa elektrik pada salah satu distributor pulsa isi ulang
telepon seluler ‘G47 Tronik’ milik sejumlah pengusaha di Semarang,
diduga dibobol peretas sistem jaringan komputer (‘hacker’) sehingga
mengakibatkan kerugian sekitar Rp 1 miliar.
Adanya pembobolan distributor pulsa isi ulang dengan cara masuk ke
sistem keamanan jaringan informasi teknologi tersebut diketahui dari
kecurigaan manajemen saat melakukan pembukuan transaksi berkala.
Dari hasil pengamatan pihak manajemen terdapat suatu kejanggalan
dimana hasil pemasukan dari agen-agen penjual pulsa tidak bisa mencukupi
untuk setoran dan jumlahnya terpaut cukup jauh, setelah dilakukan audit
terhadap sistem pencatatan transaksi ternyata sudah terjadi pembobolan
selama setahun dari Juni 2010 sampai Juli 2011.
Berdasarkan hasil audit manual yang dilakukan, pihak manajemen
menemukan empat nomor telepon dengan tiga nama anggota di dalam sistem
penjualan yang dicurigai sebagai ‘hacker’, karena tidak pernah tercatat
mendaftar atau menerima pemabayaran dari keempat nomor tersebut.
3) Penggelapan dan pencucian uang milik nasabah Citibank.
Uang Nasabah Citibank Mengalir ke Perusahaan Melinda Dee
Rabu, 30 Maret 2011 | 15:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Penyidik Direktorat II Ekonomi dan Khusus
Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Polri saat ini sedang
menyelidiki perusahaan milik Melinda Dee, tersangka penggelapan dan
pencucian uang milik nasabah Citibank.
“Uang itu dipindahkan melalui suatu transaksi dibantu lewat teler ke
satu bank. Dari bank itu ditaruh di perusahaan lain yang ternyata itu
perusahaan dia (MD),” kata Juru Bicara Mabes Polri Anton Bachrul Alam di
Mabes Polri, Rabu 30 Maret 2011.
Sumber :
http://irmantaufikrakhman.blogspot.com/2012/09/contoh-insiden-keamanan-jaringan.html
http://blogs.itb.ac.id/ariwae/2011/09/20/insiden-keamanan-informasi-di-indonesia-2011/
http://www.tempo.co/read/news/2011/03/30/063323943/Duit--Nasabah-Citibank-Mengalir-ke-Perusahaan-Melinda-Dee
Tidak ada komentar:
Posting Komentar